logo Kompas.id
Paparan TopikBanjir Informasi: Ladang Subur...

Banjir Informasi: Ladang Subur Tumbuhnya Hoaks

Banjir informasi menarik segenap perhatian penerimanya. Dengan keterbatasan perhatian yang dapat diberikan, penerima informasi cenderung memilih informasi yang paling membuatnya nyaman sehingga rentan terhadap hoaks.

Oleh
robertus mahatma
· 1 menit baca
Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia menggelar aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (25/3). Aksi tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, dan berita bohong atau hoaks.
KOMPAS

Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia menggelar aksi deklarasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (25/3). Aksi tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang damai dengan menolak segala kampanye hitam, ujaran kebencian, dan berita bohong atau hoaks.

Perkembangan internet tak hanya menempatkan penggunanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga membawa serta kemudahan produksi informasi. Siapa pun dapat menjadi produsen informasi dan menerbitkannya melalui internet. Pada gilirannya, produksi informasi tersebut memunculkan fenomena banjir informasi.

Persoalan muncul ketika setiap informasi berkompetisi untuk mendapatkan perhatian penerimanya. Padahal, manusia sebagai penerima informasi memiliki keterbatasan dalam memberikan perhatian terhadap setiap informasi yang diterimanya. Oleh karena itu, dalam situasi banjir informasi, penerima informasi cenderung akan memilih informasi yang paling membuatnya nyaman.

Editor:
Topan Yuniarto
Bagikan