logo Kompas.id
OpiniEmosi dan Kesehatan Mental
Iklan

Emosi dan Kesehatan Mental

Untuk memelihara kesehatan jiwa, seseorang perlu memupuk emosi positif.

Oleh
AGUSTINE DWIPUTRI
· 5 menit baca
Karyawan kembali bekerja setelah liburan di sebuah perkantoran di Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Jika tanpa persiapan baik, kesehatan mental pekerja yang habis menikmati liburan dan kembali bekerja bisa terganggu. Kesehatan mental ini dikenal dengan istilah <i>post holiday blues</i>, yaitu sindrom yang memicu rasa sedih saat liburan berakhir sehingga seseorang tak semangat beraktivitas.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Karyawan kembali bekerja setelah liburan di sebuah perkantoran di Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Jika tanpa persiapan baik, kesehatan mental pekerja yang habis menikmati liburan dan kembali bekerja bisa terganggu. Kesehatan mental ini dikenal dengan istilah post holiday blues, yaitu sindrom yang memicu rasa sedih saat liburan berakhir sehingga seseorang tak semangat beraktivitas.

Untuk memelihara kesehatan mental, seseorang tidak hanya perlu meminimalkan emosi negatif, tetapi juga memupuk emosi positif. Mari kita simak pandangan para ahli tentang hal ini.

Kendra Cherry (2023), ahli rehabilitasi psikososial dan pendidik psikologi, mengatakan bahwa emosi adalah reaksi yang dialami manusia sebagai respons terhadap suatu peristiwa atau situasi.

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000