logo Kompas.id
OpiniKorupsi Mengorupsi KPK
Iklan

Korupsi Mengorupsi KPK

Pertama kalinya dalam sejarah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Komisaris Jenderal (Purn) Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Oleh
REDAKSI
· 2 menit baca
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan (kiri)m dan mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan) bersama mantan pimpinan, penyidik, dan pegawai KPK lainnya serta Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi damai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023).
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan (kiri)m dan mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan) bersama mantan pimpinan, penyidik, dan pegawai KPK lainnya serta Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi damai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Asas praduga tak bersalah memang harus dihormati. Namun, peristiwa itu sungguh memalukan. Peristiwa tersebut merupakan pengingkaran terhadap amanah reformasi, pengkhianatan terhadap Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didirikan atas desakan rakyat Indonesia, yang kemudian dituangkan dalam ketetapan MPR yang bersubstansikan niat bangsa untuk membersihkan negeri ini dari KKN.

Editor:
PAULUS TRI AGUNG KRISTANTO, ANTONIUS TOMY TRINUGROHO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000