logo Kompas.id
OpiniMari Kembali Duduk Bersama
Iklan

Mari Kembali Duduk Bersama

Jika mereka yang terkait dengan rancangan aturan jurnalisme berkelanjutan atau hak penerbit itu merasa tak nyaman, tak terlindungi, atau terancam, sebaiknya semua pihak kembali ke titik awal. Kembali duduk bersama.

Oleh
Redaksi
· 2 menit baca
Para jurnalis meliput ekspose penahanan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama Roni Aidil dan Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati Marilya di Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (26/7/2023).
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Para jurnalis meliput ekspose penahanan Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama Roni Aidil dan Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati Marilya di Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

”Salah kedaden”. Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh. Inilah gambaran yang muncul terkait rancangan peraturan tentang publisher rights.

Dalam peringatan Hari Pers Nasional tahun 2023 di Medan, Sumatera Utara, 9 Februari lalu, Presiden Joko Widodo menilai pers di negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Dari sisi kualitas karya jurnalistik, ada masalah karena cenderung hanya mengejar keterbacaan dan kecepatan. Clickbait. Di sisi bisnis, ada ketergantungan pada platform digital global, yang cenderung tak terbuka dan tak adil dalam pembagian pendapatannya dengan perusahaan pers nasional, yang kontennya muncul di platform digital global itu.

Editor:
PAULUS TRI AGUNG KRISTANTO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000