logo Kompas.id
OpiniLarangan Penggunaan Tiktok
Iklan

Larangan Penggunaan Tiktok

Di era ekonomi internet sekarang, larangan penggunaan Tiktok jelas menimbulkan keguncangan. Banyak orang mendapat uang dari media sosial asal China itu.

Oleh
Redaksi
· 2 menit baca
Adam Botkin, <i>influencer </i> Tiktok, mengedit video di Missoula, Montana, Amerika Serikat, 3 Mei 2023.
AP PHOTO/TOMMY MARTINO

Adam Botkin, influencer Tiktok, mengedit video di Missoula, Montana, Amerika Serikat, 3 Mei 2023.

Selama bertahun-tahun, Washington berusaha untuk melarang platform media sosial asal China, Tiktok, beroperasi di Amerika Serikat (AS). Mantan Presiden AS Donald Trump berupaya mewujudkan hal itu lewat executive order (perintah eksekutif). Upayanya gagal karena dihentikan pengadilan federal. Pada era Presiden Joe Biden, pemerintahannya semula tak menaruh perhatian pada rencana ini, tetapi belakangan mengancam menghentikan Tiktok apabila para pemegang saham di China tak menjual kepemilikan mereka.

Setelah sejumlah negara bagian melarang penggunaan Tiktok di gawai milik pemerintah, Montana mengambil langkah drastis. Gubernur Negara Bagian Montana Greg Gianforte menandatangani regulasi yang melarang warganya memakai Tiktok. Pengunduhannya tidak diizinkan di seluruh negara bagian itu. Pihak mana pun yang menawarkan akses atau pengunduhan Tiktok dikenai denda 10.000 dollar AS per hari. Google dan Apple juga harus menghapus Tiktok dari toko aplikasi mereka apabila tak ingin dikenai denda (Kompas edisi 19 Mei 2023).

Editor:
ADI PRINANTYO, ANTONIUS TOMY TRINUGROHO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000