logo Kompas.id
OpiniTumbuh Bersama di ASEAN
Iklan

Tumbuh Bersama di ASEAN

Salah satu tantangan yang dihadapi ASEAN sekarang ialah memastikan rivalitas antara Amerika Serikat dan China tidak sampai memicu perpecahan.

Oleh
Redaksi
· 1 menit baca
Presiden Joko Widodo berfoto bersama wartawan seusai menyampaikan keterangan terkait hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Presiden Joko Widodo berfoto bersama wartawan seusai menyampaikan keterangan terkait hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023).

Setelah Perang Dingin berakhir pada awal dekade 1990-an, dunia sempat beberapa waktu merasakan tampilnya Amerika Serikat sebagai kekuatan unipolar. Seiring kebangkitan China sebagai kekuatan ekonomi dan militer, lanskap itu berubah. Rivalitas Amerika Serikat-China menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika internasional.

Dalam situasi itu, Asia Tenggara menjadi kawasan yang paling terpengaruh oleh perkembangan mutakhir dinamika internasional, khususnya berkaitan dengan kebangkitan China serta rivalitas AS-China. Mengingat pengalaman di era Perang Dingin dan konflik bersenjata yang terjadi di Asia Tenggara, ASEAN sekarang menghindari kawasan itu kembali menjadi proksi kekuatan besar dunia. ASEAN juga enggan ”dipaksa” untuk memihak salah satu kubu. Pemihakan semacam ini dapat memecah belah ASEAN karena keberagaman yang begitu tinggi di antara mereka (Anwar, 2023).

Editor:
ANTONIUS TOMY TRINUGROHO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000