logo Kompas.id
OpiniMewaspadai Polarisasi...
Iklan

Mewaspadai Polarisasi Algoritma

Polarisasi cebong versus kampret berpotensi memunculkan polarisasi politik di tahun politik ini, terutama melalui media sosial. Semestinya kita mulai memasang alarm menghadapi algoritma kita masing-masing.

Oleh
WAWAN KURNIAWAN
· 4 menit baca
Ilustrasi
SUPRIYANTO

Ilustrasi

Pembahasan terkait polarisasi bukanlah hal yang baru. Namun, merumuskan berbagai kemungkinan yang ditimbulkan dari fenomena ini terkadang luput dari perhatian kita. Sebagian bahkan berpikir jika ini menjadi sesuatu yang wajar di tengah situasi politik yang ada.

Sebab, polarisasi sendiri secara mendasar memperlihatkan adanya perbedaan pandangan yang penting bagi negara demokrasi. Sebaliknya, di negara otoriter, kondisi ini akan sulit kita temui. Perbedaan pendapat atau pandangan sekiranya menjadi harapan bagi kita untuk terus hidup dalam demokrasi yang lebih baik.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan
Kantor Redaksi
Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan 26-28, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000