logo Kompas.id
OpiniPertemuan Terakhir dengan...
Iklan

Pertemuan Terakhir dengan Riantiarno dalam Percakapan yang Tak Selesai

Di dinding poster-poster sejak mula Teater Koma berpentas menjadi saksi betapa banyak yang telah kau kerjakan.

Oleh
PUTU FAJAR ARCANA
· 9 menit baca
 Putu Fajar Arcana, wartawan harian <i>Kompas</i> 1994-2022
ILHAM KHOIRI

Putu Fajar Arcana, wartawan harian Kompas 1994-2022

Aku sama sekali tak menduga kalau hari Selasa (17/1/2023) pukul 12.20 menjadi pertemuan terakhir kita yang menyesakkan. Sehari sebelumnya kau baru pulang setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Lewat anakmu, Rangga, aku tahu katanya kau terus bertanya tentang rumah. Katanya juga kau merasa bosan dirundung kesepian di bilik rumah sakit. Bertemu dokter dan perawat dengan pakaian yang serupa, udara mampat dan bercampur bau obat, serta selang-selang tali infus telah membuatmu merasa seperti seseorang yang tak berdaya. Situasi itu telah membuatmu mudah merasa terintimidasi. Oleh sebab itu, pulang ke rumah adalah jalan terbaik untuk tak terlibat percekcokan yang terlalu dalam dengan kondisi sebuah rumah sakit. Sebagus-bagusnya rumah sakit, tetap saja ia tidak diperuntukkan bagi mereka yang sehat.

Baca juga: Teater Koma Menolak Tunduk Hadapi ”Pageblug”

Editor:
SARIE FEBRIANE
Bagikan