logo Kompas.id
OpiniMasa Depan Bisnis...
Iklan

Masa Depan Bisnis ”E-Groceries” Indonesia

Tidak mengherankan apabila di Indonesia sekitar 21 persen responden menyatakan bahwa mereka masih memiliki pengalaman negatif dengan situs belanja daring sehingga mereka berhenti menggunakan layanan daring.

Oleh
ANDREAS MARYOTO
· 1 menit baca
Andreas Maryoto, wartawan senior <i>Kompas</i>
ILHAM KHOIRI

Andreas Maryoto, wartawan senior Kompas

Hanya dalam hitungan bulan, bisnis e-groceries di Indonesia yang sempat diperkirakan bakal memiliki cerita indah ke depan satu per satu tutup. Hingga semester lalu, belanja kebutuhan pokok secara daring ini diperkirakan masih akan naik. Akan tetapi, beberapa di antara pelaku bisnis ini terpaksa harus mengakhiri layanan ke konsumen.

Layanan e-groceries atau belanja kebutuhan sehari-hari ini mengalami lonjakan saat pandemi. Ada prediksi bahwa perilaku belanja konsumen telah berubah ke layanan platform dibandingkan konsumen datang langsung ke pusat-pusat penjualan. Di Amerika Serikat, belanja kebutuhan sehari-hari melalui platform sejak Maret 2020 sampai Februari 2022 mencapai 1,7 triliun dollar AS. Angka ini bahkan 609 miliar dollar AS lebih besar apabila belanja 2018 dan 2019 digabungkan.

Editor:
PRASETYO EKO PRIHANANTO, SARIE FEBRIANE
Bagikan