logo Kompas.id
OpiniChairil Anwar sebagai Kurir...
Iklan

Chairil Anwar sebagai Kurir Sastra Dunia

Penerjemahan berarti juga pengalihmaknaan wacana dari satu sistem budaya ke sistem budaya lain. Hakikat kerja penerjemahan adalah satu upaya membangun jembatan antarbudaya dan antarbangsa, menerobos sekat bahasa.

Oleh
ANTON KURNIA
· 1 menit baca
.
DIDIE SW

.

Tahun ini kita peringati genap seratus tahun kelahiran Chairil Anwar. Chairil lahir di Medan, 26 Juli 1922, dan wafat di Jakarta, 28 April 1949, dalam usia 27 tahun. Namun, dalam usia semuda itu dan dalam masa puncak kreatif sekitar tujuh tahun saja, karya-karyanya amat berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia.

Seperti tertera dalam “Surat Kepercayaan Gelanggang” (1945), Chairil termasuk di antara para penyair yang menyatakan diri sebagai “ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia”. Melalui pergaulannya yang intens dengan “kebudayaan dunia”, Chairil antara lain membawa pengaruh sastra dunia modern ke dalam puisi-puisinya. Chairil juga memperkenalkan dan menerjemahkan sejumlah puisi dan prosa karya para sastrawan dunia masa itu dari berbagai bahasa—Belanda, Inggris, Jerman. Dalam hal ini, menyitir José Saramago, Chairil adalah “kurir sastra dunia”.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan