logo Kompas.id
OpiniUsia dan Gejala Kelumpuhan...
Iklan

Usia dan Gejala Kelumpuhan Musikal

Usia 30 menjadi titik pemberhentian dalam mengeksplorasi jenis-jenis musik baru, selain karena kesibukan juga karena melemahnya kadar persepsi musikal. Ini diperparah dengan filter bubble yang terjadi di dunia digital.

Oleh
ARIS SETIAWAN
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/feDbYYVqrJWSwqcsl23kBkOPQ_s=/1024x575/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F20220114-OPINI-Usia-dan-Gejala-Kelumpuhan-Musikal_1642172333.jpg
Kompas

Supriyanto

Beberapa teman berkisah tentang kemunduran selera musiknya. Lima tahun terakhir, bahkan mungkin lebih jauh lagi, mereka kesulitan mencari karya musik baru yang sesuai dengan selera, terutama di media digital semacam YouTube. Akibatnya, di kolom pencarian, mereka selalu memasukkan judul musik yang hanya disukai, dan karya itu yang saban hari didengar.

Beberapa kali mereka berniat mencari karya musik baru untuk menambah referensi, dengan memasukkan kata kunci penyerta ”terbaru”. Namun, yang keluar justru musik serupa atau sejenis dengan seleranya.

Editor:
Yovita Arika
Bagikan