logo Kompas.id
OpiniBudidaya Cinta
Iklan

Budidaya Cinta

Kekuatan cinta, yaitu menerima, merasakan, dan mengembangkan, perlu dibudidayakan dengan belajar menerima mereka yang berbeda, merasakan apa yang dirasakan orang lain, juga dengan melatih imajinasi dan perasaan.

Oleh
ANTONIUS STEVEN UN
· 4 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Qi0L6u3uKEOam9iukh918Br2UDM=/1024x1474/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F20220114-OPINI-Budidaya-Cinta_1642162974.jpg
Kompas

Supriyanto

Cinta memiliki tiga kekuatan yang bisa dibudidayakan. ”Hanya cinta,” kata filsuf Jerman-Amerika Hannah Arendt (1958), ”yang bisa mengampuni.” Pengampunan adalah kemampuan manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi ketakmungkinan membatalkan suatu tindakan (irreversibility of action).

Arendt berpandangan bahwa hanya cinta yang mampu menghasilkan pengampunan karena cinta menerima identitas pribadi seseorang (who somebody is) termasuk di dalamnya kesediaan untuk mengampuni apa pun yang ia lakukan. Saya memahaminya sebagai kekuatan untuk menerima.

Editor:
Yovita Arika
Bagikan