logo Kompas.id
OpiniMenyalakan Asa 2022

Menyalakan Asa 2022

Presiden dan DPR seharusnya pada 2022 sampai 2024 menghentikan politik dan kebijakan yang menghasilkan ”negative legacy” dan sebaliknya berusaha lebih serius menghasilkan ”positive legacy” untuk kemajuan negara-bangsa.

Oleh
Azyumardi Azra
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/8Cy2XViAIkAydfRe5LHWPHTgAJk=/1024x1024/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F02%2Fkompas_tark_26493041_53_1.jpeg
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Azyumardi Azra

Agaknya sekarang ini tidak terlalu banyak berita baik yang bisa membangkitkan asa menyambut tahun 2022. Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Memang ada penurunan jumlah warga terinfeksi dan wafat karena virus SARS-CoV-2, tetapi kini kekhawatiran kembali meningkat terkait kemunculan varian Omicron yang menyebar sangat cepat secara global dan juga telah sampai ke Indonesia.

Akibatnya, menjelang akhir tahun 2021, pengetatan kembali dilakukan pemerintah terhadap mereka yang bepergian, khususnya dari luar negeri. Banyak di antara mereka menunggu berjam-jam di Bandara Soekarno-Hatta untuk dimasukkan ke lokasi karantina. Banyak juga yang harus masuk karantina hotel dengan biaya mencekik leher.

Editor:
Antony Lee
Bagikan