logo Kompas.id
OpiniGus Dur, Salafisme, dan Dilema...
Iklan

Gus Dur, Salafisme, dan Dilema Ortodoksi Beragama

Infiltrasi anggota JI ke tubuh MUI menjadi bukti sahih bahwa mereka sanggup melampaui batas budaya dan politik serta dapat merasuk ke dalam organisasi yang jauh lebih mapan dan memiliki pengaruh dalam lanskap kebudayaan.

Oleh
AHMAD KHOTIM
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/C8Odry3iIqtPWhP5afjT66kvDOM=/1024x585/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F20211229-Ilustrasi-Gus-Dur-Salafisme-dan-Dilema-Ortodoksi-Beragama_1640787430.jpg
Kompas

Didie SW

Dalam kata pengantarnya untuk Ilusi Negara Islam (2009), KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah memberikan penjelasan tentang eksistensi beberapa organisasi masyarakat yang tidak sejalan dengan para tokoh nasionalis-religius dalam mempertahankan bangunan kebangsaan NKRI.

Bagi Gus Dur, orang-orang yang mampu menerima perbedaan kemajemukan adalah pribadi-pribadi yang terus berupaya berkontribusi pada kemanfaatan publik, yang disebut masuk kategori jiwa-jiwa yang tenang (al-nafs al-muthmainnah).

Editor:
Sri Hartati Samhadi, Yohanes Krisnawan
Bagikan