logo Kompas.id
OpiniBuruk Muka, Oknum Ditunjuk

Buruk Muka, Oknum Ditunjuk

Karakter kepolisian untuk melindungi kepentingan penguasa biasanya terjadi pada negara-negara totaliter (Umar, 2008). Untuk sebuah negara demokratis, cara pandang yang harusnya digunakan adalah pemolisian demokratis.

Oleh
Bivitri Susanti
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/w2k3YJf9FV0quilc7Zc8DNxr3lY=/1024x1368/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2FWhatsApp-Image-2021-10-13-at-20.29.29_1634139428.jpeg
DOKUMENTASI PRIBADI BIVITRI SUSANTI

Bivitri Susanti

Polisi adalah ujung tombak sistem penegakan hukum dan penjaga ketertiban yang ada di hampir semua dimensi kehidupan warga. Mulai dari soal laporan pelanggaran hukum sampai soal mengemudikan kendaraan. Karena itu, penting untuk membicarakan bagaimana polisi menjalankan semua tugasnya.

Tagar #percumalaporpolisi tentu muncul bukan tanpa sebab. Bukan saja karena terungkapnya NW yang bunuh diri karena mendapat perlakuan berupa kekerasan seksual dan dipaksa melakukan aborsi oleh seorang polisi di Jawa Timur, dan tidak tanggapnya polisi dalam menangani pengaduan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kekesalan warga tampaknya memuncak karena kerap menemukan perilaku buruk polisi.

Editor:
Antony Lee
Bagikan