logo Kompas.id
OpiniGotong Royong Virtual Peradaban Medsos

Gotong Royong Virtual Peradaban Medsos

Teknologi digital mendapat tempat istimewa dalam peradaban media sosial. Kewirausahaan sosial dan kultur gotong-royong berkolaborasi dengan cara kerja bisnis era disrupsi digital.

Oleh
Y SUMARDIYANTO
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/cl9Hu-q1KCH-crT_xvw2TZUF61U=/1024x575/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/12/20211130-OPINI-Gotong-Royong-Virtual-Peradaban-Medsos_1638279855.jpg

Dalam keheningan malam, Selasa, 24 September 2019, di stasiun kereta di Los Angeles, Amerika Serikat, seorang perempuan tunawisma melepas penat dengan menyenandungkan soprano operatik Italia. Suara merdunya memantul pada dinding lorong stasiun kereta bawah tanah. Diam-diam aksi memikat gelandangan itu direkam seorang polisi. Rekaman video diunggah ke media sosial. Postingan itu viral. Heboh di perbincangan warganet.

Netizen mendesak polisi agar mencari kembali si tunawisma. Emily Zamourka, perempuan berumur 52 tahun itu, imigran dari Rusia. Ia mencari peruntungan di Negeri Paman Sam pada usia 24 tahun. Emily, sebelum menjadi gelandangan, guru les piano dan biola. Masalah kesehatan membuatnya jatuh miskin. Ia terpaksa menjadi pengamen jalanan. Suatu hari biolanya hancur dirampas orang jahat.

Editor:
yovitaarika
Bagikan