logo Kompas.id
Opini”Sindrom November”

”Sindrom November”

Setiap November, institusi-institusi pemerintah seperti mengalami sindrom. Sibuk menggelar rapat dan acara demi menghabiskan anggaran.

Oleh
Alissa Wahid
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/0aT6FjbmKeLngC5aAmjLYaWVWcg=/1024x671/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2FIlustrasi-udar-rasa-Alissa_1638015454.jpg
SUPRIYANTO

Ilustrasi Udar Rasa ”Sindrom November”

Di sebuah grup jejaring sosial ramai dibahas tentang fenomena tahunan yang sudah menjadi rahasia umum bagi sebagian masyarakat Indonesia, yaitu menumpuknya kegiatan institusi-institusi pemerintah di bulan November. Undangan datang bertubi-tubi dan para pejabat pemimpinnya berlarian dari satu meeting ke meeting lainnya, sering kali hanya membuka acara tanpa sempat bekerja lebih deliberatif.

Kamar-kamar hotel mendadak sulit didapatkan karena penuh oleh berbagai acara kementerian/lembaga negara. Demikian juga ruang-ruang pertemuan. Tak ketinggalan, tiket transportasi pun habis diborong untuk para peserta kegiatan-kegiatan tersebut. Hukum ekonomi tentu berjalan: harga-harga jasa terkait menjadi melesat. Masyarakat umum pun ikut terkena dampak harga-harga ini.

Editor:
budisuwarna
Bagikan