logo Kompas.id
OpiniMenjadi Bangsa yang ”Integer”
Iklan

Menjadi Bangsa yang ”Integer”

Integrasi, dalam diri bangsa Indonesia, masih merupakan cita-cita. Keteladanan dan curahan rasa aman dari para pemimpin sangat dibutuhkan, pemimpin yang adil dan mampu mendorong bertumbuhkembangnya bangsa yang ”integer”.

Oleh
LIMAS SUTANTO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/N74RCR4x-NpLUYsnCFwPf6xRAPs=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211027-Opini-Digital-2_1635345720.jpg
Kompas

Heryunanto

Kata ”satu” terasa menonjol dan penting pada teks Sumpah Pemuda. Ia memekarkan gagasan tentang integrasi, keberpaduan. Latar belakang sejarah masyarakat, sebagai korban devide et impera yang menghasilkan kecerai-beraian yang melemahkan, pada gilirannya melahirkan kaum muda plural berwawasan maju yang meletakkan integrasi sebagai keniscayaan untuk sebuah bangsa yang utuh.

Kata Latin integer berarti utuh. Sesuatu itu akan optimal apabila mengejawantahkan integrasi, yaitu keterhubungan kooperatif, berhasil guna, antara bagian-bagiannya yang masing-masing berspesialisasi dalam kepiawaian tertentu atau dalam ciri yang khas. Perkembangan alamiah setiap unsur tidak terelakkan, tetapi keberpaduan mereka tidak serta-merta hadir. Pada perspektif demikian, integrasi perlu dan layak untuk diusahakan karena buahnya penting, yaitu emergence, terjadinya kebaruan-kebaruan yang bermanfaat.

Editor:
yovitaarika
Bagikan