logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊMereaktualisasikan Sastra...

Mereaktualisasikan Sastra Suluk

Generasi sastra Indonesia modern nyaris tidak menggunakan sastra suluk untuk menamai sastra yang terpengaruh tasawuf ini, tetapi lebih sebagai sastra religius, sastra transendental, atau sastra sufistik.

Oleh
MH ZAELANI TAMMAKA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/YLw1Msz36ZMJ2n8zXsSbBdQq_l4=/1024x744/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008-Ilustrasi-Mereaktualisasikan-Sastra-Suluk_1633709096.jpg
Kompas

Didie SW

Seiring kuatnya pengaruh ajaran tasawuf dalam sejarah Islam di Nusantara, berbagai dimensi kehidupan masyarakat Nusantara pun banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran spiritual Islam tersebut. Hal ini tidak terlepas dari proses islamisasi masyarakat Nusantara itu sendiri, khususnya di Jawa, yang terkenal dengan walisanga-nya, yang sejak awal memang bercorak tasawuf.

Corak Islam tawawuf (sufisme) mengapa begitu mudah berkembang di Jawa? Hal ini tidak terlepas pola-pola kehidupan masyarakat Jawa yang cenderung mengarah ke penghayatan kerohanian.

Editor:
yovitaarika
Bagikan