logo Kompas.id
OpiniMerespons Alarm Ekonomi Batubara

Merespons Alarm Ekonomi Batubara

Berakhirnya rezim batubara tak harus jadi bencana, sebaliknya justru peluang membangun industri yang tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga bernilai tambah tinggi.

Oleh
Redaksi
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Tongkang bermuatan batubara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, 8 Maret 2021.

Masa keemasan batubara sebagai komoditas ekspor primer nasional Indonesia dalam bentuk mentah mungkin segera berakhir, jauh lebih cepat dari perkiraan.

Merespons tekanan internasional dalam rangka meredam pemanasan global, China sebagai emiten terbesar gas rumah kaca (GRK) dunia, selain Amerika Serikat, memutuskan menghentikan investasi pembangkit listrik tenaga batubara baru di luar negaranya. China juga mendorong pengembangan energi hijau dan rendah karbon di negara berkembang.

Editor:
A Tomy Trinugroho
Bagikan