logo Kompas.id
OpiniDrama Rebutan Kontrak Pembuatan Kapal Selam

Drama Rebutan Kontrak Pembuatan Kapal Selam

Menurut Panglima Angkatan Bersenjata Australia Jenderal Angus Campbell, pengalihan kontrak pembuatan kapal selam berdasarkan kepentingan strategik Australia terkait perubahan lingkungan strategik di Laut China Selatan.

Oleh AMARULLA OCTAVIAN
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Didie SW

Australia kembali mengalihkan kontrak pembuatan kapal selamnya senilai 90 miliar dollar AS dari Perancis ke AS dan Inggris dalam bentuk Kesepakatan Aliansi yang baru, AUKUS. Semula kontrak pembuatan 12 kapal selam bertenaga diesel-elektrik menjadi delapan kapal selam bertenaga nuklir ditujukan sebagai regenerasi kapal selam kelas Collins. Rencananya kapal selam pertama akan diterima 2027, dan kemudian dibangun di Adelaide mulai 2040.

Menurut Panglima Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) Jenderal Angus Campbell, pengalihan kontrak tersebut berdasarkan kepentingan strategik Australia terkait perubahan lingkungan strategik (dinamika di Laut China Selatan terkini) dan kenaikan anggaran militer menyebabkan perubahan rencana pemenuhan kebutuhan militer.

Editor: yohaneskrisnawan, Sri Hartati Samhadi
Bagikan