logo Kompas.id
โ€บ
Opiniโ€บMonumen Bakiak, Saksi...
Iklan

Monumen Bakiak, Saksi Pergaulan Budaya di Suriname

Anak cucu para imigran Jawa di Suriname mengenang bakiak sebagai simbol perjuangan dan kegigihan para pendahulu mereka yang dipekerjakan di perkebunan.

Oleh
Frans Sartono
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/UVEbYbDLhoJ8jpUfo74uUosADyc=/1024x1344/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2FMAS-XAR-PROFILE-2_1584084277.jpg
Kompas

Frans Sartono, Wartawan โ€Kompasโ€ 1989-2019.

Sepasang theklek atau bakiak alias terompah kayu menjadi monumen bersejarah di Suriname. Alas kaki sederhana itu menjadi penanda kedatangan pertama imigran Jawa ke negeri seberang itu pada 1890.

Anak cucu para imigran Jawa mengenang terompah sebagai simbol perjuangan dan kegigihan para pendahulu mereka yang dipekerjakan di perkebunan. Bersama etnis lain, mereka ikut membentuk budaya negeri baru Suriname. Maka, pecel, nasi goreng, cendol, tjenil, sate pitik, dan kuda lumping kini menjadi bagian dari budaya Suriname.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan