logo Kompas.id
OpiniVirus Kebencian

Virus Kebencian

Persoalan lain yang terkait moderasi beragama dan toleransi adalah konsep dan penerapannya yang seringkali bersifat delimited (memiliki batasan-batasan tertentu).

Oleh
AHMAD NAJIB BURHANI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ibHp07FxqgYVmSaHuBjxNBp40e8=/1024x1024/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2FAhmad-Najib-Burhani_90646175_1595609668.jpg
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Ahmad Najib Burhani

Bangsa ini memiliki segala potensi untuk menjadi bangsa yang besar dan berjaya, baik melalui kekayaan dan keragaman alamnya maupun kekuatan manusianya. Namun, bangsa ini juga berpotensi mengikuti jejak Suriah dan Afghanistan yang terus bertikai dan porak-poranda jika kejadian seperti di Sintang Kalimantan Barat pada 3 September 2021 lalu tidak dihentikan. Sekelompok masa dengan bendera keagamaan  merusak tempat ibadah kelompok minoritas agama dan membakar gudang yang terletak di sampingnya. Tuduhannya, mereka adalah kelompok sesat dan meresahkan masyarakat.

Ketika bangsa ini sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang mematikan, ternyata pada saat yang sama kita juga harus berjuang melawan virus yang tak kalah membahayakannya, yaitu virus kebencian, intoleransi, sektarianisme, eksklusivisme, dan radikalisme yang ada di masyarakat. Sejak pemerintah mengumumkan pandemi pada 5 Maret 2020, telah terjadi serangkaian diskriminasi terhadap mereka yang memiliki keyakinan berbeda.

Editor:
dahonofitrianto
Bagikan