logo Kompas.id
OpiniMembanggakan

Membanggakan

Prestasi atlet Indonesia di Paralimpiade 2020 melengkapi prestasi anak bangsa dalam ajang olahraga internasional. Sebelumnya, di Olimpiade 2020 Tokyo, lima medali dipersembahkan para atlet nasional kita.

Oleh
FX Triyas Hadi Prihantoro
· 7 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/g1A38tKp0NIHJri95-ibs7sxJhc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2FDSC_6709_1630078942.jpg
KOMITE PARALIMPIADE NASIONAL INDONESIA

Sapto Yogo Purnomo meraih perunggu lari  100 meter putra Paralimpiade Tokyo 2020, Jumat (27/8/2021).

Sebagai warga masyarakat Indonesia, sungguh bangga mendengar prestasi atlet tenis meja, David Jacobs. Ia memperoleh medali perunggu dalam Paralimpiade Tokyo 2020.

Demikian juga saat membaca harian Kompas di Sabtu (28/8/21) pagi, bahagia melihat di halaman utama terpampang pelari andalan Indonesia, Sapto Yogo Purnama. Ia berhasil meraih perunggu lari 100 meter putra dengan waktu 11,31 detik, sekaligus menjadi rekor Asia 100 meter klasifikasi T37, yaitu atlet keterbatasan organ.

Sebelumnya, atlet lifter putri Indonesia, Ni Nengah Widiasih, berhasil merebut medali perak di laga kelas 41 kilogram dalam ajang angkat berat.

Prestasi atlet Indonesia di Paralimpiade semakin melengkapi prestasi anak bangsa dalam ajang olahraga internasional. Sebelumnya, di Olimpiade 2020 Tokyo, lima medali (1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu) dipersembahkan kepada Ibu Pertiwi.

Prestasi dalam bidang olahraga itu menunjukkan, di kancah internasional para atlet kita mampu berkompetisi meski kondisi fisik terbatas. Perjuangan yang tidak sia-sia dengan latihan yang penuh disiplin dan berdedikasi. Sebuah contoh nilai positif anak bangsa, yang terus berusaha di tengah pandemi.

Kita pun seharusnya juga berdisiplin, menaati semua aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ataupun protokol kesehatan. Memang tidak mudah, tetapi kita harus menjalaninya karena ini merupakan cara terbaik untuk mengatasi pandemi dan kemudian segera memulihkan perekonomian.

Karena itu, di tengah keprihatinan melihat aksi vandalisme yang menyebar tulisan mendiskreditkan kerja pemerintah di berbagai tembok kota negeri ini, alangkah baiknya jika kita semua menahan diri dan bersikap bijak.

Tidak mudah bagi pemerintah negara mana pun menghadapi pandemi Covid-19 ini. Sudah sepantasnya kita melakukan hal yang membanggakan dengan membantu melalui aksi nyata. Misalnya, ikut mengingatkan apabila ada saudara atau warga yang lain melanggar.

Kegiatan membanggakan merupakan harapan semua orang. Demi bersama mengentaskan Indonesia menuju masyarakat adil makmur yang sentosa.

Semoga.

FX Triyas Hadi Prihantoro

Guru SMP PL Dominicus Savio, Semarang

Libatkan Swasta

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Mru5ox7jOPmgDitrwl4FkoXp-H4=/1024x575/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2FFoto-1_1621331992.jpeg
ARSIP PT ASTRA INTERNATIONAL TBK

Presiden Joko Widodo menyaksikan secara virtual pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Gotong Royong bagi karyawan PT Astra International Tbk, Selasa (18/5/2021). Semakin gencarnya proses vaksinasi ini tercipta dengan melibatkan begitu banyak swasta. ARSIP PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia per 1 September 2021 mencapai 63.944.955 vaksinasi tahap pertama dan 36.343.220 vaksinasi tahap kedua. Jumlah ini masih jauh dari target 208.265.720 orang yang divaksinasi agar terbentuk kekebalan komunitas.

Dihitung dari 13 Januari 2021, saat dimulainya vaksinasi di Indonesia, vaksinasi sudah berjalan lebih dari 7 bulan. Selain pelbagai kelebihan dan keberhasilan, banyak juga kekurangan dalam pelaksanaannya. Di setiap pengumuman vaksinasi, misalnya, ada syarat KTP DKI. Ini menimbulkan perasaan dinomorduakan, termasuk saya yang ber-KTP Tangerang Selatan. Bersyukur akhirnya saya mendapat vaksinasi 1 dan 2.

Hal lain yang membuat saya heran adalah vaksinasi ke-3 atau booster. Dari pemberitaan, vaksinasi ke-3 diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Faktanya, ada yang sudah mendapat booster dari vaksin Gotong Royong meski bukan tenaga kesehatan.

Saya juga mendengar cerita banyak kenalan yang pergi ke Amerika Serikat demi vaksinasi karena mudahnya proses di sana. Cukup pergi ke toko obat, tanpa harus didaftarkan atau menunjukkan identitas diri, bisa langsung divaksin.

Kenapa vaksinasi tidak dibuka saja oleh pemerintah, dalam arti pemerintah melibatkan pihak swasta untuk mengimpor vaksin. Dengan demikian, pemerintah terbantu karena dana vaksinasi pemerintah dapat ditekan, sementara program vaksinasi dapat lebih cepat dan meluas pelaksanaannya.

Semoga kekebalan komunitas lebih cepat tercapai.

Ria Soehadi

Bintaro Jaya Sektor 8, Tangerang Selatan

Tanggapan Sharp

Menanggapi surat Ibu Emilia di harian Kompas (Jumat, 27/8/2021) mengenai produk Sharp, kami mohon maaf atas permasalahan yang terjadi.

Pada 28 Agustus 2021, kami telah menindaklanjuti keluhan ibu dan mengatasi permasalahan unit sampai selesai. Pada Senin, 30 Agustus 2021, kami telah mengontrol kualitas dan Bapak Suandi (suami Ibu Emilia) memastikan bahwa AC dalam keadaan baik dan berfungsi normal.

Kami mengucapkan terima kasih banyak atas masukan yang telah diberikan dan kepercayaan Ibu Emilia untuk menggunakan produk Sharp.

Untuk layanan purnajual, hubungi Sharp Customer Care Center 0-800-1225588, Whatsapp +62 811-8205-666 (Senin-Jumat 08.00-17.00).

Pandu Setio

Sr PR & Brand Communication Manager

Koreksi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ve23pgNyPstNkKDZUOUqqQt50iE=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F7e687db4-bd11-47d8-adc9-96821973355c_jpg.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Warga melintasi mural bertema hentikan perundungan di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/8/2021). Pemaksaan yang berujung pada diskriminasi dan perundungan harus dihentikan karena tidak menghargai hak asasi manusia.  

Dalam rubrik Opini Kompas (Jumat, 3/9/2021) ada artikel ”Moralitas Mural dan Daulat Rakyat” oleh Ahmad Tholabi Kharlie.

Pada subbagian ”percakapan warga” terdapat kata ecclesia yang menurut penulis adalah alun-alun pada era Yunani Kuno, suatu ruang kumpul publik untuk berdebat dan sebagainya.

Tempat tersebut bukan ecclesia, melainkan agora. Agora dalam bahasa Yunani berarti tempat untuk pertemuan terbuka (seperti pasar) di sekitar 900-700 SM.

Kata ecclesia merupakan istilah dalam bahasa Latin yang berarti gereja, sebagai persekutuan ataupun tempat ibadah umat kristiani.

Leonardo Kiloiz Efraim Petto

Seminari Tinggi Fermentum, Jl Citepus, Padjadjaran, Cicendo, Bandung 40173

Catatan Redaksi:

Terima kasih atas penjelasan yang disampaikan.

Komunikasi

Selamat kepada Bank DKI atas Sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal komunikasi.

Bersama ini kami mohon perhatian kepada pihak manajemen tentang saluran komunikasi di Bank DKI.

Saat ini contact center di cabang sudah dihilangkan. Sebagai gantinya ada call center 1500351. Namun, tidak semua masalah bisa dijawab di sini.

Kami dianjurkan datang ke kantor cabang. Ini sangat mengherankan, saat pandemi, datang ke kantor cabang.

Kami telah mendapat kontak salah satu personel, tetapi sering kali WA tidak dibalas, telepon tidak diangkat. Mohon perhatian pihak terkait.

Ferry Ch

Tebet Timur, Jakarta 12821

Sikap Sosial

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/GTlBw5Pz5_k-Y710lAYPMNsP7U4=/1024x696/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fd37fd80f-327f-4ef8-9c40-2bb1d7289d3b_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Baliho politisi yang terpasang di sejumlah tempat di Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, Senin (9/8/2021). Baliho dianggap sebagai medium yang efektif bagi politisi untuk memperkenalkan diri kepada publik. Namun, keberadaan baliho-baliho di ruang publik tersebut tidak mesti ditanggapi positif masyarakat. Maraknya baliho tersebut tidak terlepas dari hajatan pemilihan presiden pada 2024 mendatang.  

Hingga memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, banyak karyawan swasta yang terpaksa kehilangan pekerjaan. Bisa jadi karena banyak perusahaan gulung tikar. Kalaupun masih bisa beroperasi, langkahnya terseok-seok.

Sebagian karyawan yang beruntung masih mempunyai pekerjaan meski harus berlapang dada karena gaji atau tunjangannya dikurangi.

Bersyukur, di tengah kesulitan masih banyak lembaga keagamaan, lembaga sosial, lembaga swadaya masyarakat, dan perseorangan yang memberikan berbagai macam bantuan kepada masyarakat yang kesulitan terdampak pandemi. Mereka spontan mengumpulkan dana secara swadaya. Bahkan, banyak dari perseorangan yang sebenarnya juga tak lebih beruntung masih ikhlas memberi bantuan.

Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, kita menunggu sikap sosial dan kenegarawanan para pejabat tinggi pemerintahan, wakil rakyat, dan tokoh politik. Seyogianya mereka secara berkala menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka yang cukup besar demi meringankan beban masyarakat yang menderita karena terdampak pandemi.

Daripada memasang baliho besar-besaran di hampir seluruh pelosok negeri, apa tidak sebaiknya dana yang tentunya cukup besar untuk menyiapkan baliho digunakan untuk aksi sosial. Banyak yang akan berterima kasih.

Seseorang akan dikenal dan dikenang karena perilaku bela rasa dan berkarya untuk manfaat orang banyak.

Samesto Nitisastro

Praktisi SDM, Perumahan Pesona Khayangan, Jl Margonda Raya, Depok 16411

Vaksin Nusantara

Saat ini vaksinasi Covid-19 baru mencapai rata-rata 1 juta per hari, sementara Presiden Joko Widodo menargetkan 2 juta per hari.

Pemerintah memang berkejaran dengan waktu guna mendapatkan kekebalan komunitas dengan 70 persen populasi divaksinasi.

Merujuk liputan investigasi Kompas, 27 Agustus 2021, mengenai pelaksanaan vaksinasi di beberapa daerah, persoalan ketersediaan vaksin rasanya lebih dominan.

Seiring dengan itu muncul lagi wacana penggunaan vaksin Nusantara. Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa vaksin Nusantara sekarang dapat diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.

Masyarakat yang menginginkan disuntik vaksin Nusantara akan mendapat penjelasan terkait manfaat dan efek sampingnya. Vaksin Nusantara baru dapat diberikan setelah ada persetujuan pasien dan tidak boleh dikomersialkan.

Padahal, masih lekat dalam ingatan bahwa vaksin Nusantara belum mendapatkan izin dari BPOM untuk uji klinis lebih lanjut karena pembuatan vaksin tersebut belum memenuhi kaidah ilmiah penelitian ataupun kaidah dalam pembuatan vaksin.

Masyarakat awam banyak yang tidak paham terkait kaidah di atas sehingga akan sampai ke kesimpulan penelitian vaksin tersebut dihentikan. Namun, anggapan itu ternyata salah dengan dibukanya akses untuk vaksin Nusantara. Memang tidak sedikit masyarakat yang tertarik vaksin Nusantara ini meski harus menunggu.

Tim peneliti vaksin Nusantara mengatakan bahwa teknologi pembuatan vaksin Nusantara ini memanfaatkan sel yang berasal dari tubuh pasien yang kemudian disuntikkan kembali ke tubuh pasien dengan metode dendritik. Vaksin ini hanya perlu sekali penyuntikan.

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada 10 Agustus 2021 selayaknya menjadi momentum mengembangkan vaksin Nusantara sebagai salah satu pilihan dalam mengatasi Covid-19.

Pangeran Toba P Hasibuan

Sei Bengawan, Medan 20121

Editor:
agnesaristiarini
Bagikan