logo Kompas.id
OpiniKontroversi "Holding" Ultramikro

Kontroversi "Holding" Ultramikro

Program ultramikro dirancang melayani sekitar 46,7 juta pengusaha yang tercecer dari program Kredit Usaha Rakyat. Namun, membuat holding ultramikro di BUMN akan menghilangkan ‘ruh’ dari program ultramikro itu sendiri.

Oleh
NINING I SOESILO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SUPRIYANTO

Supriyanto

Dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh BaraJP Belanda pada 4 Juli 2021, dari Bali seorang peternak sapi mengeluh bahwa susu sapinya hanya dihargai sebesar Rp 5.500 per liter oleh KUD (Koperasi Usaha Desa) setempat, padahal harga pakan makin meningkat. Pada saat ini, air mineral dari merek- merek terkenal yang diproduksi perusahaan korporasi, dijual dengan harga Rp 26.000-Rp 33.000 per liter, bisa 6 kali lipatnya!

Padahal FAO menemukan bahwa produk susu di seluruh dunia mengalami kenaikan harga tertinggi, yaitu 44,8 persen, diikuti oleh harga beras (32,9 persen); gula (29,5 persen); lemak, minyak, minyak biji (28 persen); jagung (20,2 persen), dan gandum (15,3 persen). Harga daging sapi justru menurun (21,6 persen), dan paling pesat anjloknya adalah harga unggas (53,5 persen).

Editor:
yovitaarika
Bagikan