logo Kompas.id
OpiniKolomAncaman Perpecahan karena Bias Teknologi Kecerdasan Buatan

Ancaman Perpecahan karena Bias Teknologi Kecerdasan Buatan

Teknologi tidak murni tetapi bisa ”dicampuri” oleh pikiran dan opini orang yang membuatnya. Masalah besar bisa muncul karena bias-bias yang ada di teknologi.

Oleh Andreas Maryoto
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Andreas Maryoto, wartawan senior Kompas

Teknologi digital bukanlah segala-galanya. Suatu ketika untuk uji coba pengamanan kerumunan, otoritas di Amerika Serikat menggunakan teknologi pengenalan muka. Acara yang dijadikan uji coba adalah pertandingan olahraga. Ketika acara mulai berlangsung, alat ini bekerja mencari orang yang berpotensi membuat kerusuhan. Hasil dari alat berbasis teknologi kecerdasan buatan ternyata membuat marah publik.

Mereka yang tertangkap melalui fasilitas pengenalan muka sebagian besar berkulit hitam. Kemarahan makin meninggi karena sebagian di antara mereka tidak memiliki catatan kriminal. Dari kejadian ini kemudian muncul kritik terhadap bias yang muncul dari teknologi kecerdasan buatan. Teknologi ternyata masih bekerja berdasarkan asumsi dan kecenderungan berpikir kelompok tertentu. Teknologi tidak murni tetapi bisa ”dicampuri” oleh pikiran dan opini orang yang membuatnya.

Editor: prasetyoeko
Bagikan
Memuat data..