logo Kompas.id
OpiniRefleksi Setelah Bezos...

Refleksi Setelah Bezos Mengangkasa

Richard Branson dan Jeff Bezos bukan saja membuka jalan bagi manusia untuk melanglang ke antariksa, tetapi juga untuk menyehatkan Bumi dengan pindah aktivitas ke ruang angkasa. Membuka koloni baru.

Oleh
Redaksi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/JGqLoIW8B_Zn5PNs8_ZbPL0-0sA=/1024x823/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F063_1329736894_1626880318.jpg
JOE RAEDLE/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES

Kru kapssul New Shepard Blue Origin (kiri-kanan) Wally Funk dan Jeff Bezos berjalan bersama setelah terbang ke antariksa dengan roket, Selasa (20/7/2021), di Van Horn, Texas, Amerika Serikat.

Sembilan hari setelah miliarder Richard Branson mengangkasa dengan Virgin SpaceShip Unity, giliran miliarder lain, yakni Jeff Bezos, Selasa (20/7/2021).

Pendiri Amazon.com itu sukses terbang ke ruang angkasa, menguatkan keterjangkauan antariksa bagi warga ”kebanyakan”. Kebanyakan yang dimaksud baru terbatas pada kriteria kemampuan fisik dan jiwa yang berbeda dengan antariksawan generasi awal tahun 1960-an yang umumnya berasal dari pilot pesawat tempur. Dalam kapsul Blue Origin yang ditumpangi Bezos, ada saudaranya, Mark; perempuan pilot Wally Funk (82); serta remaja lulusan SMA, Oliver Daemen (18).

Editor:
A Tomy Trinugroho
Bagikan