logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniPPKM Darurat dan Momen Kebangkitan

PPKM Darurat dan Momen Kebangkitan

Masa PPKM darurat bukan saatnya sekadar berdiam diri di rumah. Ini saatnya untuk membangkitkan kepedulian kepada mereka yang berjibaku menangani Covid-19, juga kepada mereka yang terdampak pandemi.

Oleh EKO WIJAYANTO
· 1 menit baca

Pemberlakuan PPKM darurat yang dimulai pada 3 Juli hingga 20 Juli diharapkan dapat menurunkan jumlah penularan Covid-19 di Jawa-Bali. Salah satu alasan dilaksanakannya PPKM darurat adalah untuk menekan angka penularan Covid-19 di lingkungan keluarga. (Kompas, 7 Juli 2021).

Selama pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali ini, masyarakat diminta untuk mengurangi mobilitas dan aktivitas di luar rumah. Masyarakat diminta stay (berada) di rumah saja agar interaksi di antara masyarakat juga berkurang, virus juga bisa ditahan tingkat laju penyebarannya. (Kompas.com, 7/7/2021)

Slavoj Žižek menggambarkan keadaan saat ini, dalam bukunya berjudul Pandemic! Covid-19 Shakes the World (2020), dengan peristiwa kebangkitan Yesus. Dalam Alkitab Yohannes 20:17, Yesus berkata, ”Noli me tangere (jangan sentuh aku)” kepada Maria Magdalena--kala bertemu setelah kebangkitan. Yesus Kristus berkata bahwa Ia akan hadir setiap kali ada kasih di antara orang-orang yang percaya padanya. Ia bukan hadir sebagai sosok yang bisa disentuh, tetapi sebagai ikatan cinta di antara umat manusia.

Editor: Yovita Arika
Bagikan
Memuat data..