logo Kompas.id
OpiniSurat PembacaMewaspadai Defisit Oksigen

Mewaspadai Defisit Oksigen

Indonesia perlu belajar banyak dari kasus di India. Akibat ketidaksiapan stok dan suplai oksigen, banyak pasien Covid-19 di India tak tertolong.

Oleh Budi Sartono Soetiardjo
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/YOLA SASTRA

Pegawai pabrik oksigen PT Asiana Gasindo di Padang, Sumatera Barat, memindahkan tabung oksigen yang sudah terisi, Minggu (11/7/2021). Produksi oksigen di perusahaan ini masih memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigen delapan rumah sakit di Sumbar. Permintaan oksigen ke perusahaan meningkat dari normal 400-500 tabung (6 meter kubik) per hari menjadi 800 tabung per hari selama peningkatan kasus Covid-19.

Lonjakan kasus baru Covid-19 setelah libur panjang dan mudik Lebaran 2021 membuat banyak rumah sakit kewalahan. Tingkat keterisian Wisma Atlet di Jakarta sudah di atas 90 persen. Demikian pula rumah sakit di daerah, seperti di Bangkalan, Kudus, Bandung, Semarang.

Grafik lonjakan kasus sangat cepat, eksponensial, sehingga memunculkan banyak persoalan yang tak sederhana di lapangan, khususnya kesiapan rumah sakit, ketersediaan obat dan fasilitas pendukung, serta jumlah tenaga dokter dan petugas kesehatan. Saat ini sedang marak kekurangan ruang perawatan dan oksigen.

Editor: Agnes Aristiarini
Bagikan
Memuat data..