logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniMeneruskan Perjuangan Ekonom Perempuan Tangguh

Meneruskan Perjuangan Ekonom Perempuan Tangguh

Semasa hidupnya, Enny Sri Hartati (almarhumah) tidak hanya ekonom, tetapi juga mewakafkan hidupnya untuk mencari anak-anak muda di berbagai kampus yang kemudian dibimbing dan disiapkan menjadi ekonom masa depan.

Oleh ABRA TALATTOV
· 2 menit baca

Bangsa Indonesia kehilangan sosok ekonom perempuan tangguh yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mewujudkan ekonomi yang berkeadilan. Dr Enny Sri Hartati, ekonom senior perempuan di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (1/7/2021) malam setelah berjuang melawan ganasnya Covid-19. Kabar duka yang sangat tiba-tiba itu mengejutkan perasaan banyak pihak, baik dari keluarga besar Indef maupun dari para kolega lintas institusi, termasuk rasa kehilangan yang mendalam dari rekan-rekan wartawan yang mengenal baik pemikiran dan kebaikan almarhumah.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Enny Sri Hartati, Indef pun menyelenggarakan pengajian dan doa bersama yang dihadiri seluruh kolega. Dalam munajat bersama itu, muncul berbagai testimoni dan kesaksian yang diberikan para sahabat. Dari sekian banyak pihak yang menceritakan pengalamannya selama berinteraksi dengan ekonom perempuan ini, semua bersepakat bahwa kontribusi dan perjuangan Enny terhadap diskursus kebijakan ekonomi nasional tidaklah sedikit. Bahkan, kolega dari unsur pemerintah pun mengakui bahwa berbagai kritiknya yang tajam tetap dilandasi dengan kekuatan data dan alternatif solusi yang konstruktif.

Harus diakui, keberadaan ekonom perempuan di negeri ini masih sangat terbatas dan bahkan langka. Terlebih seorang ekonom perempuan yang tangguh dan punya nyali besar dalam menghunjam berbagai analisis yang tajam pada pusat kekuasaan. Tidak sedikit pula pihak-pihak yang merasa terusik dan gerah atas berbagai komentar pedas yang diungkap Enny.

Editor: Yovita Arika
Bagikan
Memuat data..