logo Kompas.id
OpiniRegenerasi Petani dan...
Iklan

Regenerasi Petani dan Rendahnya Pendapatan di Sektor Pertanian

Pendapatan yang rendah di sektor pertanian tidak menarik bagi generasi muda. Jumlah tenaga kerja di sektor pertanian pun terus menurun, padahal Indonesia negara agraris. Perlu upaya serius untuk mengatasi ini.

Oleh
LYDIA PUTRI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/EV4IOxMazdI7FB8KhE_IdQ8B8aA=/1024x707/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F20210628-ILUSTRASI-OPINI-Regenerasi-Petani-dan-Rendahnya-Pendapatan-di-Sektor-Pertanian-_1624885278.jpg
KOMPAS/SUPRIYANTO

Supriyanto

Indonesia merupakan negara agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Itulah sebuah kalimat yang selalu diajarkan oleh para guru di bangku sekolah. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki 1,9 juta kilometer persegi daratan yang mayoritas tanahnya sangat cocok digunakan sebagai lahan pertanian. Sudah sepantasnya jika sektor pertanian menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia.

Alih-alih menjadi potensi besar yang dimanfaatkan, sektor pertanian di Indonesia malah menjadi sektor yang tidak diminati oleh para tenaga kerja Indonesia. Meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa 29,59 persen tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor pertanian, tetapi jumlahnya terus menurun, bahkan di tengah peningkatan jumlah tenaga kerja di Indonesia. Di tahun 2011, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian sebanyak 42,46 juta jiwa. Saat ini jumlahnya hanya 38,77 juta jiwa.

Editor:
yovitaarika
Bagikan