logo Kompas.id
OpiniPerlu Lembaga Tunggal...

Perlu Lembaga Tunggal Arkeologi Nasional

Arkeologi merupakan ilmu kepurbakalaan. Namun dalam realitas ada pembedaan arkeologi dengan purbakala, instansi yang menangani pun berbeda. Ini membingungkan masyarakat yang akan mendaftarkan temuan benda arkeologi.

Oleh
DJULIANTO SUSANTIO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/9koQpvzBAkrQaYKB18JRJPh_-Ew=/1024x1232/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F20210613-Opini-Digital-arkeologi_1623595400.jpg

Pada 14 Juni ini lembaga purbakala berusia 108 tahun. Hari Purbakala berawal dari pendirian Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie atau Jawatan Purbakala pada 14 Juni 1913. Tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Purbakala. Disebut Hari Purbakala (bukan Hari Arkeologi) karena ‘purbakala’ merupakan nama awal. Nama ‘arkeologi’ baru dipakai pada masa kemudian.

Orang pertama yang menjabat Kepala Jawatan Purbakala adalah NJ Krom. Pada masa itu pekerjaan-pekerjaan kepurbakalaan kebanyakan berhubungan dengan candi di Pulau Jawa. Selanjutnya penelitian prasejarah, arkeologi Hindu-Buddha, dan arkeologi Islam berlangsung di sejumlah daerah. Sebaliknya penelitian arkeologi kolonial kurang mendapat tempat.

Editor:
yovitaarika
Bagikan