logo Kompas.id
OpiniAnalisis Budaya: Kisah Hari Tua

Analisis Budaya: Kisah Hari Tua

Pandangan yang mengatakan hari tua adalah hasil dari apa yang dipupuk di usia muda mengabaikan kenyataan bahwa setiap orang menjalani sejarah sosial dan budaya yang berbeda. Kisah hari tua tidak selalu indah.

Oleh Idi Subandy Ibrahim
· 1 menit baca
Memuat data...

Idi Subandy Ibrahim

Setiap orang akan melewati kisah hari tua dalam hidupnya, kecuali bagi yang meninggal lebih awal. Namun, sebagian besar tidak bisa memastikan apa yang akan dialaminya di sisa-sisa hidupnya. Meski bagi yang optimistis, hari tua dianggap sebagai buah dari apa yang telah dipupuk di usia muda. Oleh karena itu, setiap orang merasa perlu menyiapkan hari tuanya.

Pandangan yang mengatakan hari tua adalah hasil dari apa yang dipupuk di usia muda mengabaikan kenyataan bahwa setiap orang menjalani sejarah sosial dan budaya yang berbeda. Kisah hari tua tidak selalu indah untuk setiap orang. Bukankah anggota masyarakat melewati masa-masa kehidupan mereka secara individu atau perseorangan. Ada yang beruntung, ada yang kurang beruntung. Ada yang kaya, biasa-biasa, dan ada yang miskin. Ada yang berpensiun besar, ada yang biasa, dan ada yang tidak. Ada yang sehat dan ada yang sakit-sakitan. Ini, antara lain, digambarkan oleh Paul Cann dan Malcolm Dean (2009) dalam Unequal Ageing: The Untold Story of Exclusion in Old Age.

Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan
Memuat data..