logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniMelecut Kibar Vaksin Merah Putih

Melecut Kibar Vaksin Merah Putih

Tentu mengherankan, enam lembaga dan universitas papan atas kita yang sedang meriset calon vaksin dengan platform yang berbeda tadi sama sekali tak tercatat di laman WHO ini. Mengapa ini bisa terjadi?

Oleh DJOKO SANTOSO
· 1 menit baca

Riset menuju vaksin nasional, yakni vaksin Merah Putih, terus mengalami kemajuan. Agar nanti mulus dalam pengakuan internasional, upaya membangun vaksin Merah Putih ini perlu segera dimasukkan ke dalam laman WHO. Saat ini calon vaksin kita belum termasuk 284 calon vaksin di sana.

Isu kemandirian vaksin mencuat seiring tragedi India. Gelombang kedua Covid-19 yang melanda India tak hanya melumpuhkan sistem kesehatan di sana, tapi juga membuat banyak negara lain ketakutan. Tragedi India ini langsung menebarkan dua ancaman, yaitu mengekspor varian mutan ganas ke banyak negara lewat perjalanan warga negaranya; dan tak kalah penting, membatalkan rencana ekspor vaksin ke negara-negara yang membutuhkannya.

Sebelumnya, India berkomitmen akan mengekspor vaksin produksinya ke negara-negara yang membutuhkan, terutama yang belum mampu memproduksi vaksin. Namun, setelah kejadian ritual Kumbh Mela (The Great Pitcher) di Sungai Gangga yang mengakibatkan gelombang infeksi baru, sempat lebih dari 400.000 kasus per hari dengan kematian lebih dari 4.000 orang per hari, Pemerintah India langsung membatalkan rencana ekspor vaksin. Akibatnya, banyak negara yang belum mampu memproduksi, atau masih dalam proses riset dan pengembangan, jadi kelabakan.

Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..