logo Kompas.id
OpiniSains sebagai Basis Formulasi ...

Sains sebagai Basis Formulasi Kebijakan

Formulasi kebijakan kesehatan harus mempertimbangkan pengaruh faktor kekuatan lain selain sains.

Oleh
SATRYO SOEMANTRI BODJONEGORO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/XRPr7d2ZgRpK6NCuCt3TZ2eX438=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F05%2F20180502_GENOM_1_web.jpg
KOMPAS/RIZA FATHONI

Menristek Dikti Mohamad Nasir (kiri) meninjau laboratorium Pusat Genom Nasional di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, setelah peresmian fasilitas tersebut, Kamis (26/4/2018). Pusat Genom Nasional tersebut dilengkapi dengan alat-alat sequens genetika terbaru yang menjadikan Indonesia memiliki laboratorium bertaraf internasional. Pusat Genom ini berfokus pada penelitian identifikasi penyakit infeksi ataupun penyakit terkait genetik, pengembangan alat uji diagnostik dan vaksin, serta penemuan obat baru untuk penyakit infeksi.

Formulasi kebijakan sering kali dilakukan tanpa menggunakan basis bukti ilmiah sehingga kebijakan tersebut tidak dapat diimplementasi dengan baik dan benar, bahkan tidak jarang kebijakan tersebut justru menimbulkan permasalahan baru.

Terutama, dalam bidang kesehatan, khusus saat pandemi sekarang, vaksin baru dapat digunakan setelah melalui uji klinis yang cukup ketat secara prosedur ataupun ilmiah. Hasil uji klinis tersebut harus akurat dan sesuai dengan kaidah ilmiah, setelah itu digunakan sebagai basis dalam formulasi kebijakan penggunaan vaksin.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan