logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniMudik ”Rahmatan” dan Tragedi India

Mudik ”Rahmatan” dan Tragedi India

Kalau pemerintah masih mendua soal kerumunan libur Lebaran, kita harus mampu bersikap sendiri, yakni, jangan mudik, jangan berwisata. Bukankah kita semua makhluk otonom?

Oleh Djoko Santoso
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/JEWEL SAMAD

Foto udara menunjukkan proses pembakaran jenazah yang meninggal karena Covid-19 di lokasi kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).

Ledakan kasus korona di India bisa menjadi cermin tajam bagi negeri kita dalam menyongsong Lebaran. Perlu dipikirkan lagi, apakah sahih melarang mudik, tetapi mempromosikan wisata lokal. Satu gelombang besar kerumunan dicegah, tapi kerumunan yang lain dianjurkan. Kita perlu punya sikap untuk menjaga keselamatan diri.

Mari kita menyimak India, yang kini jadi sorotan keprihatinan dunia. Negeri berpenduduk 1,393 miliar ini besar dalam banyak hal dan kali ini angka koronanya yang besar. India memulai vaksinasi 16 Januari 2021 dan sampai awal Maret sudah mencapai sekitar 18 juta warga yang disuntik.

Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..