logo Kompas.id
OpiniPerjuangan Kartini Melintas Batas Identitas

Perjuangan Kartini Melintas Batas Identitas

Kartini mengajarkan hidup yang sarat dengan penghormatan, mengutamakan nilai kemanusiaan dan menepis fanatisme terhadap identitas keagamaan. Ia mengkritik pihak yang mengatasnamakan agama dan menyebabkan ketidakadilan.

Oleh
MISIYAH
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SONYA HELLEN SINOMBOR

Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, menggelar seminar dan pameran foto ”Jejak Langkah Seorang RA Kartini: Reflections on RA Kartini” di Erasmus Huis, Jakarta, Senin (13/3/2017). Pada acara itu, Erasmus Huis dan KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) atau Institut Kerajaan Belanda untuk Kajian Asia Tenggara di Jakarta menyerahkan 75 foto Kartini koleksi Perpustakaan Universitas Leiden dan buku Kartini karya Joost Cote sebagai hibah untuk menambah koleksi Museum Kartini di Jepara, Jawa Tengah.

Kartini selalu diperkenalkan sebagai sosok pahlawan yang identik dengan perjuangan pendidikan perempuan karena Kartini mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan untuk pertama kalinya di Hindia Belanda. Inilah yang ada dalam ingatan saya tentang pelajaran sejarah tentang Kartini di sekolah. Setelah mendalami sejarah Kartini, akhirnya menemukan lebih dari itu bahwa Kartini sangat kritis melawan budaya patriarki di berbagai lini kehidupan.

Pemikirannya melampaui sekadar masalah pendidikan. Perhatiannya sangat besar terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kesetaraan, isu-isu kesehatan, kemiskinan dan kolonialisme.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan