logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniDi Balik Gencarnya Serangan JAD di Indonesia

Di Balik Gencarnya Serangan JAD di Indonesia

Di media sosial para simpatisan NIIS yang saya pantau pascaterjadinya serangan di Mabes Polri terjadi glorifikasi yang luar biasa terhadap pelaku serangan yang berhasil membuat Polri kerepotan.

Oleh ARIF BUDI SETYAWAN
· 1 menit baca
Memuat data...

Surat wasiat yang diduga ditinggalkan pelaku teror di Mabes Polri, Jakarta, ZA (25), dianalisis oleh grafolog Deborah Dewi.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa para pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) yang menyebut kelompok mereka sebagai Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia masih gencar melakukan serangan, padahal NIIS telah kalah telak di Suriah dan Irak?

Aksi terbaru mereka dalam satu pekan terakhir terbilang sukses menghebohkan seisi negeri. Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang dilakukan sepasang suami-istri dan yang terbaru adalah percobaan serangan menggunakan pistol di Mabes Polri. Hebohnya lagi, kejadian di Mabes Polri yang dilakukan oleh seorang perempuan.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Memuat data..