logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniBom Bunuh Diri dan Bahaya Laten Terorisme

Bom Bunuh Diri dan Bahaya Laten Terorisme

Kejadian bom bunuh diri atau peledakan tempat ibadah menjelang perayaan hari besar keagamaan sering berulang, maka pemerintah dan aparat keamanan perlu bekerja keras mengamati gerak-gerik para penganut teologi maut.

Oleh ZULY QODIR
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Seorang anggota birgadir mobil berjaga di depan Katedral Hati Yesus yang Mahakudus, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021), sehari pascaledakan bom bunuh diri pada perayaan Minggu Palma. Kepolisian telah ditugaskan untuk menjaga gereja-gereja di Makassar jelang perayaan Paskah.

Peledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar hari Minggu (28/3/2021) mengagetkan banyak pihak. Pasangan suami-istri yang baru menikah melakukan peledakan bom bunuh diri. Mereka berdua diduga anggota Jamaah Ansharut Daulah.

Pasalnya, pada saat bangsa ini secara bersama-sama tengah berjuang keluar dari lubang jarum wabah pandemik Covid-19, masih ada saja sekelompok orang mengail di air keruh dan membuat kegaduhan.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Memuat data..