logo Kompas.id
OpiniKolomMerasa Diri Kurang

Merasa Diri Kurang

Kita tak perlu sempurna. Tuntutan kesempurnaan membuat kita sibuk memfokus pada diri sendiri. Padahal, peduli dan berbagi itu hal yang juga diperlukan agar kita dapat merasa bahagia dan sehat mental.

Oleh Kristi Poerwandari
· 1 menit baca
Memuat data...
ARSIP PRIBADI

Kristi Poerwandari

Semua orang pernah merasa kurang percaya diri karena ada bagian dari diri yang dianggap kurang atau ia merasa tidak berkenan. Kurang pandai, kurang cantik, kurang ganteng, kurang berkecukupan, kurang terkenal, kurang dicintai, dan seterusnya. Sekarang, ”rasa diri kurang” makin dikuatkan oleh kebiasaan menghabiskan waktu menggunakan media sosial dan membandingkan diri dengan orang-orang lain yang dipersepsi tampil serba lebih keren.

Remaja dan orang muda memang dalam fase sedang banyak mempertanyakan diri untuk dapat menemukan identitas diri positifnya. Tentu yang pernah muda di masa lalu pun kadang atau mungkin sering merasa diri kurang. Tetapi, sepertinya di masa kini, anak-anak muda—bukan atas keinginannya sendiri— lebih mudah terjebak dalam situasi menilai diri dan membandingkan diri dengan orang lain.

Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan
Memuat data..