logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniPancasila di Tengah Perang Ideologi Global

Pancasila di Tengah Perang Ideologi Global

Saatnya kita meneguhkan kembali ideologi berbangsa dan bernegara, termasuk menyelaraskan ulang cara kita berislam saat ini, di tengah pendulum ideologi dunia yang menarik kita ke kiri dan ke kanan.

Oleh ZULKIFLI HASAN
· 1 menit baca
Memuat data...
DIDIE SW

Didie SW

Kita perlu terus menjaga spirit kebangsaan dan keindonesiaan di tengah dinamika situasi politik-ekonomi global yang pendulum ideologinya ditarik ke kiri dan ke kanan. Jika Pancasila goyah, risikonya terlalu besar untuk bangsa ini, daya rusaknya multidimensional.

Konsekuensi logis dari pertarungan ekonomi-politik global antara Amerika Serikat dan China, dua kekuatan terbesar dunia saat ini, selain perang dagang dan eskalasi potensi konflik militer seperti terjadi di Laut China Selatan adalah kembali menguatnya sentimen serta tarik-menarik antara ideologi politik liberal melawan komunis.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..