logo Kompas.id
OpiniSurat PembacaTilang Elektronik

Tilang Elektronik

Sebelum memberlakukan aturan baru, ada baiknya tanda-tanda lain yang sudah ada dan berlawanan arti segera dihapus. Dengan demikian, masyarakat juga bisa menaati aturan dengan baik dan tidak perlu kena tilang.

Oleh Djoko Madurianto Sunarto
· 1 menit baca

Bulan Maret ini, grup ngobrol kami ramai membahas sistem tilang elektronik, dari teknologi yang digunakan hingga cara mengecek kendaraan kita kena tilang. Tujuan mendisiplinkan masyarakat agar makin bijak berlalu lintas patut kita dukung.

Kebijakan baru tentunya bisa memunculkan proyek baru. Masalah akan muncul apabila dalam anggaran kebijakan baru itu tidak dihitung biaya untuk membereskan proyek-proyek terdahulu sehingga terjadi tumpang tindih antara proyek lama dan proyek baru.

Di jalan-jalan di Yogyakarta, misalnya, bisa kita lihat hasil proyek terdahulu berupa rambu-rambu lalu lintas dua arah. Sementara peraturan baru menghasilkan marka-marka jalan satu arah. Kalau dibiarkan, hal ini seperti mengajarkan kepada masyarakat untuk melanggar aturan. Belum lagi kebingungan kepada para wisatawan.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Aristiarini
Memuat data..