logo Kompas.id
OpiniTikus Mati di Lumbung Padi

Tikus Mati di Lumbung Padi

Percekcokan soal impor-mengimpor beras membuat para petani gundah. Dalam mata rantai politik perberasan, petani selalu menempati simpul terbawah dari lingkaran ”industri” dan ”perniagaan” pangan kita.

Oleh
Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/VEb4jN0NSW2namTseYHTSg1ybII=/1024x1167/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2FCAN_1565170607-e1583251049886.jpg
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan senior Kompas

Pepatah tua ”Tikus mati di lumbung padi” bisa jadi hantu yang mengerikan di negeri ini. Percekcokan soal impor-mengimpor beras membuat para petani gundah.

Baca saja poster-poster yang dipajang para petani di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sambil tetap memanen padi, mereka mengacungkan poster berbunyi, ”Gabah kami melimpah, import beras membuat resah” atau ”Kami menolak import beras”.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan