logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniSalah Urus Impor Beras 1 Juta Ton

Salah Urus Impor Beras 1 Juta Ton

Jika pemerintah tetap mengimpor 1 juta ton beras, bagaimana nasib beras sisa impor serta hasil serapan 2018 dan 2019 itu? Pemaksaan impor beras 1 juta ton akan membuat salah urus perberasan nasional makin kusut.

Oleh KHUDORI
· 1 menit baca

Sikap tegas disuarakan Kompas (6/3/2021). Lewat Tajuk Rencana ”Menyoal Rencana Impor Beras” ditulis, ”Pemerintah sebaiknya menarik kembali rencana impor beras karena berbagai fakta memperlihatkan kondisi pangan nasional tidak bermasalah atau setidaknya tak ada tanda-tanda bermasalah.”

Siapa pun yang membaca bisa memahami ada proses yang putus ketika pemerintah menetapkan rencana impor beras 1 juta ton: justifikasi kebijakan tidak kuat.

Kala justifikasi lemah, kebijakan pun digugat. Pertama, rencana impor dilakukan saat panen raya. Ini tak tepat. Dari pengalaman puluhan tahun diketahui, irama tanam padi serentak menghasilkan irama panen yang ajek: musim panen raya (Februari-Mei dengan 60-65 persen dari total produksi), panen gadu (Juni-September dengan 25-30 persen dari total produksi), dan paceklik (Oktober-Januari).

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Memuat data..