logo Kompas.id
OpiniTimpang

Timpang

Di negara mana pun, semua bisa tertular wabah berujar kebencian dan mengobral kebohongan. Perusahaan media sosial atau media berita bisa membantu memerangi ujar kebencian. 

Oleh Ariel Heryanto
· 1 menit baca

Setahun terakhir sopan-santun pengguna media sosial Indonesia termasuk yang terparah sedunia. Demikian hasil riset tahunan oleh Microsoft yang terbit minggu lalu. Memprihatinkan tetapi tidak mengejutkan, jika diingat jumlah laporan polisi dan kasus hukum beberapa tahun belakangan.

Tidak semua ujaran yang menyakitkan orang lain dimaksudkan demikian oleh pihak yang berujar. Salah-paham merupakan bagian rutin dalam komunikasi, bahkan di antara sahabat karib atau sepasang kekasih. Tak semua salah-paham dalam hidup dapat atau perlu dijernihkan dan dipahami bersama, karena berbagai macam alasan.

Tidak semua ujaran cacat di media sosial dapat disebut hoaks. Memang ada berita palsu, yakni dusta yang sengaja diproduksi massal. Akan tetapi, juga ada berita yang kurang tepat: faktual, tapi datanya tidak lengkap atau kurang teliti. Ada berita basi: benar, tapi ada yang lebih baru dan berbeda. Ada berita tak berimbang: nyata, tapi informasi atau cakupannya hanya sepihak.

Editor: nurhidayati
Bagikan
Memuat data..