logo Kompas.id
OpiniKolomJender dan Kebijakan Kebudayaan

Jender dan Kebijakan Kebudayaan

Keseimbangan keterwakilan perempuan merupakan penghargaan atas kontribusi pengetahuan dan pemikiran perempuan.

Oleh Alia Swastika
· 1 menit baca

”Mengapa panel diskusi pembicaranya laki-laki semua, mengapa penerima Penghargaan A laki-laki semua? Mengapa hanya sedikit sekali seniman perempuan dalam pameran B? Mengapa sejarah seni kita sebagian besar hanya memasukkan nama-nama seniman lelaki sebagai tokoh?”

Protes senada belakangan makin sering terlontar melalui forum media sosial, menanggapi minimnya keterlibatan perempuan dalam acara publik seni dan budaya. Di luar perkara representasi, gugatan untuk terus memperluas kesempatan bagi perempuan di ranah publik adalah sebuah urgensi dalam kebijakan formal terkait strategi budaya pemerintah.

Bagaimana melihat soal representasi ini jadi lebih luas dari sekadar kuota aksi afirmatif atau tokenisme? Pendekatan tokenisme dan tindak afirmatif sering dianggap kontradiktif dengan gagasan tentang standar atau kualitas.

Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan
Memuat data..