logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊTujuan Pendidikan dan...
Iklan

Tujuan Pendidikan dan Imajinasi Manusia Indonesia

Jika menggunakan bangunan tripusat Ki Hadjar Dewantara, maka alam keluarga, alam perguruan dan alam pemuda adalah hal yang paling penting diperhatikan untuk menginternalisasikan berbagai nilai tersebut.

Oleh
ANGGI AFRIANSYAH
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/PCPdgafZn9pvSO7l6BsM1JsPdvo=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2FIMG_5262_1566307405.jpg
KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU

Anak-anak Suku Baduy Luar di Kampung Kadujangkung, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (8/8/2019), gembira berhasil merakit lampu solar. Para anak Suku Baduy Luar mendapatkan kiriman lampu solar dari kegiatan #BerbagiTerang Goes To Baduy yang jadi bagian program Olimpiade Sains Kuark 2019.

Kemmis dan Edwards-Groves (2018) dalam buku Understanding Education menyebut pendidikan memiliki tujuan ganda. Menurut keduanya, pada satu sisi pendidikan bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan individu dengan pengetahuan, kemampuan, dan karakter untuk menjalani kehidupan yang baik, yaitu hidup yang berkomitmen untuk kebaikan bagi umat manusia. Sementara pada sisi lainnya pendidikan bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan masyarakat yang baik, di mana kebaikan bagi umat manusia adalah nilai utamanya.

Sementara itu, jika merujuk pemikiran Hannah Arendt, dari sudut pandang berbeda menyebut, pendidikan adalah sarana untuk mencapai otonomi pribadi melalui pelaksanaan penilaian independen, mencapai kedewasaan melalui pengakuan orang lain sebagai sederajat tetapi berbeda, mendapatkan rasa kewarganegaraan melalui asumsi hak dan tanggung jawab sipil, dan menyadari potensi penuh sebagai makhluk hidup dengan kapasitas untuk berkembang dan bahagia.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan