logo Kompas.id
OpiniKolomSARS-CoV-2 Bertahan Lama pada Jenazah

SARS-CoV-2 Bertahan Lama pada Jenazah

Menyentuh jenazah orang yang meninggal karena Covid-19 cukup berbahaya. Penelitian menunjukkan, masih terjadi replikasi virus di saluran pernapasan atas setidaknya hingga 35 jam setelah kematian.

Oleh ATIKA WALUJANI MOEDJIONO
· 1 menit baca
Memuat data...
DRAWING/ILHAM KHOIRI

Atika Walujani Moedjiono, wartawan Kompas

Tak hanya di awal pandemi, saat ini pun masih ada jenazah korban Covid-19 yang dibawa pulang paksa oleh keluarganya. Tindakan itu bisa dibilang sangat berbahaya.

Sebagaimana diketahui, transmisi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat terjadi melalui penularan langsung, dari percikan cairan tubuh orang yang terinfeksi baik batuk, bersin, maupun air liur yang tepercik saat berbicara. Selain itu, lewat penularan tak langsung, ketika percikan cairan tubuh yang mengandung virus menempel pada benda, seperti meja, kursi, pegangan pintu, selusur tangga, eskalator, dan benda-benda lain, terpegang. Tangan kemudian menggosok mata atau hidung serta memegang makanan sehingga virus masuk tubuh.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Ichwan Susanto
Memuat data..