logo Kompas.id
OpiniPolisi Bahasa

Polisi Bahasa

Berbahasa itu kerja-bareng. Hasilnya milik bersama. Mereka yang paling miskin atau terhina ikut berperan. Apalagi yang kaya atau berkuasa.

Oleh
Ariel Heryanto
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/w_wrLkS_w9mSizqWACUnlgDfMmY=/1024x1327/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2FAriel-Heryanto_90200080_1593797424.jpg
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Ariel Heryanto

Tidak sedikit kalangan terpelajar Indonesia merasa bahasa nasional mereka serba cacat. Kecemasan tersebut tidak baru. Muncul satu abad lalu. Tingkat galaunya naik-turun. Belakangan melonjak lagi.

Dari mana datangnya gejala ini? Apa dampaknya bagi kehidupan masyarakat? Untuk memahami duduk persoalan, kita perlu bongkar pokok soal yang mendasar.

Editor:
nurhidayati, sariefebriane
Bagikan