logo Kompas.id
OpiniSinyal ”Ping” Kotak Hitam...
Iklan

Sinyal ”Ping” Kotak Hitam Terdeteksi, Awal Terkuak Jatuhnya SJ-182

Kecelakaan Boeing 737-500 Sriwijaya Air menjadi sorotan dunia aviasi yang kembali mempertanyakan tingkat keselamatan penerbangan Indonesia di tengah pandemik Covid-19, di mana ratusan pesawat terpaksa tidak terbang.

Oleh
DUDY SUDIBYO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/7dZX_Fw-hUoxZ1zJIu30XoUJ7d0=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F01%2F096b3d60-baea-40c5-8c37-b82a53ebbead_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

”Flight data recorder” atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air yang berhasil diangkat oleh penyelam TNI AL di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan kepada wartawan di Posko SAR, Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). KNKT memerlukan waktu 2-5 hari untuk membuka dan membaca data dalam ”black box” tersebut.

Peralatan sistem penginderaan dan survei bawah laut kapal survei TNI AL KRI Rigel, Minggu (9/1/2021) siang, berhasil menangkap sinyal ”ping-ping” dari emergency locator transmitter (ELT) pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (8/1).

Dua kapal survei dikerahkan dalam pencarian peawat registrasi PK-CLC tersebut: KRI Rigel dan KRI Sica buatan Perancis yang memiliki sistem penginderaan dan survei bawah laut termodern di Asia Tenggara.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan